Ketahanan Pangan & Agrikultur

Makalah Diskusi No. 10 Dampak Negatif Kebijakan Perdagangan Non-Tarif terhadap Kesejahteraan Masyarakat Indonesia

Felippa Amanta & Iqbal Dawam Wibisono

Gambaran Umum:

  • Meskipun Indonesia telah berhasil mengurangi angka kemiskinan dari 24,2% total populasi di tahun 1998 menjadi 9,2% di tahun 2019, angka tersebut masih jauh dari target pengurangan kemiskinan yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019 sebesar 7%-8%.

  • Diperkirakan, rata-rata penduduk Indonesia menghabiskan 48,55% dari pengeluarannya untuk makanan dan minuman. Untuk segmen penduduk dengan tingkat konsumsi terendah, menunjukkan angka yang lebih besar, yakni 56,21%.

  • Sektor pertanian Indonesia memiliki masalah produktivitas yang rendah, biaya produksi yang tinggi dan faktor-faktor lain yang menghambat produksi yang efisien. Namun, terlepas dari kebutuhan akan impor pangan, proses impor tetap terhambat oleh biaya yang tidak murah serta kebijakan non-tarif.

  • Hasil analisis menunjukkan bahwa tindakan yang paling membatasi dan mengganggu proses perdagangan di antara semua kebijakan non-tarif adalah Pembatasan Kuantitatif (Quantitative Restrictions) atau penerapan kuota pada komoditas pangan. Akibatnya, dampak terbesar dapat dilihat pada harga pangan, dan sekaligus angka kemiskinan.

  •  Diperkirakan penghapusan NTM pada komoditas beras dan daging dapat menurunkan tingkat kemiskinan secara keseluruhan sebesar 2,8%. Selain itu, tingkat kesenjangan juga diperkirakan akan turun sebanyak 1,76%.