• CIPS Indonesia

Siaran Pers | Digitalisasi di Masa Pandemi, Strategi Usaha Mikro Jaga Eksistensi dan Perluas Pasar

Siaran Pers - Jakarta, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Siti Alifah Dina mengatakan, pemerintah perlu mempercepat upaya digitalisasi pada kalangan usaha mikro. Pengusaha termasuk pihak yang terdampak secara ekonomi akibat pandemic Covid-19 dan digitalisasi merupakan salah satu upaya yang dapat membantu usaha mereka bertahan dan bahkan bisa bangkit.

Dina menjelaskan, usaha mikro perlu mengadopsi strategi baru untuk menjaga produktivitas dan mempertahankan pendapatan mereka di tengah Covid-19. Penetrasi penjualan digital bisa menjadi strategi utama mereka karena strategi ini dapat memperluas jangkauan pasar dan mempromosikan produk mereka sambil mematuhi kebijakan pembatasan sosial yang menetapkan batas 50% untuk kapasitas toko dan pengurangan jam operasi.

Sayangnya, tingkat digitalisasi masih rendah. Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, per Juni 2020 baru 13% UMKM yang menggunakan platform digital seperti marketplace dan media sosial untuk mempromosikan dan menjual produknya. Artinya, jumlah ini bahkan lebih rendah untuk usaha mikro. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah menargetkan tambahan dua juta UMKM di pasar online pada akhir tahun 2020, termasuk usaha mikro. Namun, target digitalisasi akan sulit tercapai jika beberapa kendala tidak diatasi, seperti jangkauan konektivitas internet dan persyaratan untuk beralih ke penjualan online.

Konektivitas internet merupakan salah satu faktor pendorong penetrasi ekonomi digital. Namun masih terdapat kesenjangan aksesibilitas di Indonesia. Meskipun internet telah merambah 64% masyarakat Indonesia, angka tersebut tidak seimbang antara penduduk pedesaan dan perkotaan dengan masing-masing 48% dan 72%. Aksesibilitas internet antara kawasan barat dan timur Indonesia juga menunjukkan adanya kesenjangan.

Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2018, lima provinsi dengan persentase penduduk yang memiliki akses internet tertinggi adalah Jakarta (66%), Yogyakarta (55%), Kepulauan Riau (54%), Kalimantan Timur (50%). ), dan Banten (48%). Empat dari lima provinsi teratas terletak di bagian barat Indonesia. Sedangkan provinsi dengan persentase terkecil terdapat di wilayah timur: Nusa Tenggara Barat (28%), Sulawesi Barat (26%), Maluku Utara (25,8%), Nusa Tenggara Timur (21%), dan Papua (20 %).

“Digitalisasi memang memberikan peluang untuk mempertahankan mata pencaharian pengusaha mikro, misalnya dengan membuka pasar baru. Ini penting untuk keberlanjutannya selama pandemi. Digitalisasi dapat dipercepat jika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah bekerja sama, salah satunya, untuk menyediakan dan menjamin konektivitas internet yang berkelanjutan dan terjangkau,” ungkapnya.

kontak

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

ikuti
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian Policy Studies is officially registered
under the name Yayasan Cipta Sentosa 

© 2019 Center for Indonesian Policy Studies