• CIPS Indonesia

Siaran Pers | Implementasi Intellectual Property Rights di Indonesia Masih Perlu Ditingkatkan

Siaran Pers - Jakarta, Implementasi intellectual property rights (IPR) atau hak atas kekayaan intelektual perlu terus ditingkatkan di Indonesia. Salah satu tujuannya adalah untuk memberikan peluang yang sama bagi setiap orang untuk mengembangkan inovasinya.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, perlindungan dan jaminan hak atas kekayaan intelektual merupakan salah satu hal yang ada dalam isu property rights secara umum. Property rights atau hak atas kepemilikan dapat diartikan sebagai hak yang dimiliki individu, sekelompok orang, masyarakat, atau negara atas sebuah sumber daya. Hak tersebut meliputi pengelolaan dan pemanfaatan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dan dievaluasi dalam upaya pengembangan hak atas kepemilikan di Indonesia di antaranya adalah mengenai aspek hukum dan politik, hak atas temuan fisik, serta hak atas kekayaan intelektual. Tiga aspek ini menjadi tolak ukur yang diakui secara internasional dan tertuang dalam indikator utama Indeks Property Rights Internasional (International Property Rights Index).

Pada tahun ini, Indonesia menduduki peringkat ke-68 dari 129 negara dalam International Property Rights Index yang dirilis oleh Property Rights Alliance. Peringkat yang diraih tahun ini turun sebanyak tiga tingkat dari 2019 di mana Indonesia berada di peringkat ke-65. Sementara itu pada 2018 Indonesia berada di peringkat 64. Hal ini menandakan adanya penurunan peringkat secara berkala dari tahun 2018 ke tahun 2020 dari tiga komponen yang ada dalam indeks ini. Namun jika diperhatikan dari nilainya, sebenarnya secara skor penilaian terdapat peningkatan walau tidak terlalu signifikan dari skor keseluruhan 5.332 pada 2018 menjadi 5.341 pada 2020, hanya saja negara-negara lain mengalami perkembangan yang cukup pesat sehingga hal ini berpengaruh pada ranking Indonesia yang justru merosot walaupun skornya sedikit bertambah.

“Implementasi hak atas kekayaan intelektual dan property rights secara umum dapat mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi karena ada jaminan atas kepastian hukum di dalamnya terutama bagi para pekerja seni yang saat ini sangat terdampak oleh pandemi. Perlindungan atas objek yang lahir dari intelektualitas manusia juga merupakan pengakuan atas karya seseorang atau sebuah kelompok. Dari seluruh aspek yang dinilai, untuk Indonesia sub-indikator yang paling menonjol adalah kemudahan registrasi untuk hak kekayaan intelektual dan hak atas temuan fisik. Sedangkan yang masih menjadi tantangan terbesar adalah pembajakan hak cipta,” jelasnya.

Selain memiliki arti penting bagi Indonesia, isu ini juga memainkan peranan penting dalam konteks global. Di tengah situasi pandemi Covid-19 yang dengan cepat menyebar ke seluruh dunia saat ini, masyarakat dunia kini sedang menantikan vaksin yang dapat menghentikan penyebaran virus dengan efektif dan aman. Dalam hal ini, hak kepemilikan sangat penting dalam mengubah potensi inovasi menjadi nilai pasar. Inovasi dan pengakuan atas hak kekayaan intelektual memainkan peranan penting dalam proses penemuan vaksin Covid-19. Hak atas kepemilikan bukan hanya salah satu pilar terpenting dari masyarakat, tetapi juga hak asasi manusia.


Unduk indeks lengkapnya di sini.


Postingan Terakhir

Lihat Semua
kontak

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

ikuti
  • CIPS LinkedIn
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian policy Studies resmi terdaftar
dengan nama Yayasan Cipta Sentosa

© 2021 Center for Indonesian Policy Studies