• CIPS Indonesia

Urbanisasi Ancam Kelangsungan Sektor Pertanian Indonesia

SIARAN PERS

Kontak Media: 08111088100 (Vera)


24 Mei 2019 – JAKARTA, Fenomena urbanisasi sudah menjadi bagian dari perayaan Idul Fitri atau Lebaran setiap tahunnya. Laju berpindahnya penduduk dari desa ke kota yang diperkirakan akan terus meningkat setiap tahunnya mengancam kelangsungan sektor pertanian Indonesia. Berkurangnya pekerja di sektor ini perlu menjadi evaluasi pemerintah.



Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Muhammad Diheim Biru mengatakan, fenomena urbanisasi memengaruhi produksi sektor pertanian karena jumlah pekerja sektor pertanian, yang kebanyakan berada di pedesaan, terus berkurang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional tentang penduduk 15 tahun ke atas menurut status pekerjaan utama, jumlah pekerja bebas sektor pertanian pada tahun 2018 merupakan paling rendah dari 10 tahun terakhir yaitu sebanyak 4.582.344 orang. Jumlah ini jauh berkurang kalau dibandingkan dengan data di 20018 di mana jumlah pekerja sektor pertanian berjumlah sekitar 6 juta orang. 


“Penurunan pekerja sektor pertanian ini berpotensi memengaruhi produksi komoditas pangan nasional. Produktivitas pangan nasional dikhawatirkan tidak mampu memenuhi jumlah permintaan pasar yang terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Kesenjangan antara jumlah produksi dengan jumlah permintaan inilah salah satunya yang menyebabkan tingginya harga komoditas pangan,” jelas Diheim.


Generasi muda yang tumbuh di pedesaan, khususnya mereka yang mendapatkan pendidikan sekolah secara formal, cenderung ingin mengejar pekerjaan yang berpotensi memberikan banyak penghasilan secara cepat, yang biasanya berasal di daerah perkotaan. Ketidaktertarikan mereka pada pekerjaan seperti bertani yang digeluti orang tua mereka diantaranya disebabkan oleh minimnya kesempatan untuk mengembangkan diri dan tidak dapat memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.


Oleh karena itu, untuk menjaga kestabilan, perlu adanya sistem pekerjaan yang bisa menopang sektor pertanian di Indonesia sehingga produksi pangan dapat meningkat secara konstan. Laju urbanisasi sebaiknya ditekan melalui penggunaan teknologi pertanian yang lebih efisien, seperti penggunaan benih berkualitas baik dan alat pertanian terkini, membuka kesempatan bagi sektor swasta untuk ikut memasok dan mempercepat rantai distribusi pangan dan menjembatani usaha industri 4.0 dalam mengakses, mewadahi, dan mengajarkan tenaga kerja pertanian daerah sehingga mereka mendapatkan jaringan pasar yang lebih banyak dan penghasilan yang lebih besar.


Proyeksi tingkat urbanisasi di empat provinsi di pulau Jawa, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten dan Daerah Istimewa Yogyakarta sudah melebihi 80% pada 2035 mendatang. Masih menurut data BPS, dari tahun 2010 tingkat urbanisasi DKI Jakarta sudah mencapai 100% atau sudah mencapai batas tampung ketersediaan pekerjaan ketimpang jumlah penduduknya. Penggunaan teknologi otomatisasi pada industri untuk menghemat tenaga kerja manual seperti buruh pabrik membuat kesempatan mencari kerja pada industri tersebut menjadi lebih kecil di kota-kota besar.

321 tampilan
kontak

+62 21 227 69 233

Jalan Terogong Raya No. 6B 

Cilandak

Jakarta Selatan 12430

Indonesia

ikuti
  • CIPS LinkedIn
  • Facebook Social Icon
  • Twitter Social Icon
  • Instagram Social Icon
  • YouTube Social  Icon
Center for Indonesian policy Studies resmi terdaftar
dengan nama Yayasan Cipta Sentosa

© 2021 Center for Indonesian Policy Studies